Pembuatan LXC (Debian 12 dengan datastore NFS) di Nested Cluster Proxmox
Saat menggunakan Proxmox VE, saya agak bingung dengan container yang ada di proxmox yang dibandingkan virtual machine biasa, container jauh lebih ringan dan proses deploy-nya juga cepat.
Pada tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman ketika membuat LXC Debian 12 yang disimpan di datastore NFS pada nested cluster Proxmox. Prosesnya dimulai dari mengunduh template menggunakan pveam, lalu membuat container hingga akhirnya container bisa langsung digunakan.
Lab ini menggunakan cluster Proxmox yang dijalankan secara nested, artinya Proxmox berjalan di dalam VM. Storage container disimpan di NFS server supaya semua node dalam cluster bisa mengakses storage yang sama. Kalian dapat melihat tulisan saya sebelumnya tentang Proxmox VE dan berbagai implementasinya, mulai dari pembuatan cluster, konfigurasi storage, hingga deployment container seperti yang dibahas pada artikel ini.
Jika membutuhkan implementasi Proxmox VE di lingkungan perusahaan, mulai dari kebutuhan virtualisasi server, private cloud, hingga high availability cluster, tentu diperlukan perencanaan dan implementasi yang tepat agar sistem dapat berjalan stabil dan optimal. PT. Excellent Infotama Kreasindo hadir sebagai solusi untuk kebutuhan tersebut. PT. Excellent menyediakan layanan konsultasi, implementasi, serta penjualan solusi Proxmox VE untuk berbagai kebutuhan infrastruktur IT perusahaan.
LXC di Proxmox
LXC (Linux Container) adalah teknologi container yang memungkinkan kita menjalankan sistem operasi Linux secara terisolasi di dalam kernel host yang sama. Berbeda dengan VM yang memiliki kernel sendiri, LXC berbagi kernel dengan host sehingga penggunaan resource menjadi jauh lebih ringan.
Beberapa keuntungan menggunakan LXC di Proxmox:
Penggunaan RAM dan CPU lebih efisien
Boot time sangat cepat
Cocok untuk service ringan seperti web server, monitoring, atau aplikasi backend
Mudah dikelola melalui Proxmox Web UI
Arsitektur Lab
Pada lab ini terdapat tiga node Proxmox yang tergabung dalam satu cluster. Proxmox dijalankan secara nested virtualization, dan menggunakan NFS server sebagai shared storage.
Topologi sederhana lab yang digunakan:
- Management Network
- 192.168.14.0/24
- Corosync Network
- 10.10.10.0/24
- Node Proxmox:
- rafi1
- 192.168.14.21
- rafi2
- 192.168.14.22
- rafi3
- 192.168.14.23
- NFS Server:
- 192.168.14.200
Datastore NFS digunakan sebagai tempat penyimpanan disk container sehingga container dapat dikelola secara fleksibel dari cluster.
Mengunduh Template Debian 12 Menggunakan pveam
Sebelum membuat container, langkah pertama adalah mengunduh template LXC Debian 12.
Berbeda dengan VM yang menggunakan ISO, container menggunakan template root filesystem. Template ini bisa diunduh menggunakan tool bawaan Proxmox yaitu pveam (Proxmox VE Appliance Manager).
Masuk ke salah satu node Proxmox lalu jalankan:
# pveam update.
Untuk mencari template Debian:
# pveam available | grep debianMengunduh Template Debian 12
Setelah mengetahui nama template, langkah berikutnya adalah mengunduh template tersebut.
# pveam download local debian-12-standard_12.2-1_amd64.tar.zst
Setelah proses download selesai, file template akan tersimpan di:
/var/lib/vz/template/cache/Template ini nantinya digunakan saat membuat container.
Membuat LXC Debian 12
Langkah berikutnya adalah membuat container menggunakan template Debian 12.
1. Klik Create CT
Pada Proxmox Web UI klik tombol:
Create CT2. General Configuration
Isi informasi dasar container:
Password : isi password root container
3. Template
Pilih template yang sudah diunduh:
debian-12-standard
4. Disk Configuration
Pada bagian Storage, pilih datastore NFS yang sudah dibuat.
nfs-storageDengan memilih storage ini, disk container akan disimpan pada NFS server.
5. Konfigurasi CPU, Memory, Network, DNS
- CPU Cores : 2
- RAM : 1024 MB
- Bridge :
vmbr0 - IPv4 : DHCP atau Static sesuai kebutuhan
- DNS bisa menggunakan: 8.8.8.8
6. Konfirmasi
Klik Finish untuk membuat container.
Proxmox akan membuat root filesystem container pada datastore NFS.
Menjalankan Container
Setelah container berhasil dibuat, jalankan container dengan menekan tombol:
StartKemudian buka Console dan login menggunakan user:
rootJika berhasil, container Debian 12 sudah siap digunakan.
Kesimpulan
Membuat container LXC Debian 12 pada nested cluster Proxmox menggunakan datastore NFS merupakan cara yang efisien untuk menjalankan layanan ringan di lingkungan virtualisasi.
Dengan memanfaatkan NFS sebagai shared storage, container dapat disimpan secara terpusat dan dikelola dengan lebih fleksibel dalam cluster. Selain itu, penggunaan LXC membuat sistem lebih hemat resource dibandingkan menggunakan virtual machine penuh.
Pendekatan ini sangat cocok digunakan dalam lab, lingkungan development, maupun implementasi cluster skala kecil hingga menengah.
Comments
Post a Comment