Tentang Network File System (NFS)


Salah satu hal yang menarik perhatian saya saat mempelajari tentang Apache CloudStack adalah Network File System atau biasa disingkat NFS. Menurut website resmi IBM, NFS adalah mekanisme untuk menyimpan berkas di jaringan. Ini adalah sistem berkas terdistribusi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses berkas dan direktori yang terletak di komputer lain dan memperlakukan berkas dan direktori tersebut seolah-olah berada di lokal.

Ilustrasi sederhana NFS:

  • Server A menyediakan folder (export)
  • Server B me-mount folder tersebut
  • Server B bisa baca/tulis file di folder itu lewat jaringan

Rasanya seperti colok harddisk eksternal, tapi lewat LAN.

Di Apache CloudStack, NFS digunakan sebagai secondary storage, yaitu storage bersama yang bisa diakses oleh semua host hypervisor (KVM). Untuk penjelasan singkat mengenai KVM sudah saya bahas di blog sebelumnya. 

Secondary Storage ini bukan tempat disk utama VM, melainkan tempat penyimpanan file pendukung CloudStack. Dan timbul pertanyaan saya, apa saja yang disimpan pada secondary storage pada sistem Apache CloudStack. Hal-hal yang disimpan adalah:

  1. Template VM
  2. File ISO

  3. Snapshot VM

  4. File System VM (SSVM & CPVM)

Dengan adanya NFS, file-file tersebut cukup disimpan satu kali, namun bisa digunakan oleh semua host. Tergantung pada konfigurasi shared file pada sistem CloudStack nya. Ini juga biasa disebut Shared File System. 

Fungsi Network File System (NFS)

Setelah memahami apa itu Network File System (NFS), selanjutnya yaitu mengetahui fungsi-fungsi utama NFS. Fungsi-fungsi ini sangat membantu dalam proses berbagi dan pengelolaan file antar komputer dalam satu jaringan. Berikut penjelasannya:

1. Memudahkan Pemindahan Direktori Antar Komputer

Fungsi utama NFS adalah memungkinkan pemindahan atau berbagi direktori dari satu komputer ke komputer lainnya dengan mudah. Dengan NFS, proses pertukaran data menjadi lebih cepat dan efisien karena tidak memerlukan aplikasi tambahan atau pihak ketiga. Selama perangkat masih berada dalam jangkauan jaringan, direktori dapat diakses dan digunakan secara langsung.

2. Mendukung Akses File Secara Jarak Jauh

NFS menyediakan fitur transparansi lokasi, di mana klien dapat mengakses file yang berada di server tanpa harus mengetahui lokasi fisik server tersebut. Hal ini sangat memudahkan pengelolaan data, terutama pada jaringan berskala besar, karena pengguna dapat bekerja seolah-olah file tersebut tersimpan di komputer lokal.

3. Mengatur Kontrol Akses Direktori

Melalui NFS, administrator dapat mengatur hak akses terhadap direktori yang dibagikan. Hak akses tersebut dapat berupa izin untuk membaca, menulis, atau menghapus file. Pengaturan kontrol akses ini sangat penting untuk menjaga keamanan data agar tidak dapat diubah atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang.

4. Meningkatkan Keamanan dan Mencegah Kehilangan Data

Dengan penerapan kontrol akses yang tepat, NFS mampu meningkatkan keamanan data secara keseluruhan. Risiko kehilangan data dapat diminimalkan karena hanya pengguna tertentu yang memiliki izin untuk mengelola direktori. Hal ini menjadikan data lebih aman, terjaga, dan terlindungi dari perubahan yang tidak diinginkan.




Comments