Simulasi Sederhana Disk Server Penuh dan Penanganannya

Saat saya baca-baca dokumentasi tentang IT, saya kepikiran bagaimana kalo server full? Apakah harus ditambah disk nya atau harus hapus sebagian data agar dapat terpakai lagi. Disk penuh itu juga masalah klasik di server. Biasanya baru terasa ketika sudah muncul error: "No space left on device"

Pada sisi production, kondisi ini bisa bikin service gagal jalan, aplikasi tidak bisa menulis log, bahkan database error. Jadi sebelum benar-benar kejadian di server penting, saya akan melakukan simulasi dulu supaya tahu alurnya dan tidak panik saat menghadapi kasus nyata.

Di artikel ini saya buat simulasi sederhana di satu server saja, lalu kita tangani sampai normal kembali. 


Membuat Disk Menjadi Penuh

Pertama, cek dulu kondisi awal disk dengan perintah:

# df -h

Terlihat pada server saya pada partisi utama (/) available sebesar 12GB yang terpakai sebesar 48%

Sekarang kita simulasi buat file besar untuk memenuhi disk:

# fallocate -l 11.8G /bigfile.test

Sesuaikan ukuran dengan kapasitas server masing-masing, disini saya menggunakan memenuhi disk sebesar 11.8G agar mendekati 100% penggunaan. Setelah itu cek lagi dengan perintah:

# df -h

Kemudian terlihat available menjadi sebesar 0G dan penggunaan sebesar 100%


Dampak Saat Disk Sudah 100%

Saat disk sudah penuh, proses seperti download, pembuatan file, maupun penulisan log oleh aplikasi akan gagal dengan pesan: "No space left on device"

Di sinilah letak bahayanya. Ketika disk penuh:

  • Sistem tidak bisa menulis file baru
  • Log tidak bisa bertambah
  • Service bisa gagal restart


Mencari Penyebab dan Membersihkan

Langkah berikutnya jangan langsung hapus sembarangan. Cek dulu penggunaan terbesar:

# du -sh /* 2>/dev/null


Karena tadi kita membuat /bigfile.test, sehingga itu jadi penyebabnya. Cek ukurannya dengan:

# ls -lh /bigfile.test

Karena bigfile itu sumbernya, hapus dengan:

# rm -f /bigfile.test

Lalu cek kembali:

# df -h

Sekarang kapasitas normal kembali.


Catatan penting yang dapat dipelajari

  • Jangan panik saat disk penuh, cek dulu dengan df -h
  • Gunakan du -sh untuk cari folder terbesar
  • Jangan hapus file sistem tanpa tahu fungsinya (ini terpenting)
  • Biasanya yang bermasalah ada di /var/log, /tmp, atau file backup lama

Disk penuh bukan masalah yang rumit, tapi bisa berdampak besar kalau tidak ditangani dengan benar. 

Dengan simulasi sederhana ini, kita jadi tahu alurnya. Saat menghadapi situasi production nanti, kita sudah punya gambaran dan tidak lagi panik.

Comments

Popular posts from this blog

Belajar Zimbra Mail Server

Mendalami tentang Linux (Sejarah dan Pelopor)