Susunan Penting Sistem File Linux

Setiap pengguna linux memiliki direktori home sendiri, yang umumnya berada di dalam direktori /home. Sementara itu, direktori /root pada sistem Linux modern pada dasarnya adalah direktori home milik pengguna root, yaitu akun dengan hak akses paling tinggi atau administrator sistem.

Pada sistem yang digunakan oleh banyak pengguna, direktori /home bisa ditempatkan pada sistem file terpisah di bagian khusus, atau bahkan dibagikan melalui jaringan menggunakan NFS.

Dalam beberapa kondisi, pengguna di linux dapat dikelompokkan berdasarkan divisi atau perannya. Untuk itu, administrator dapat membuat subdirektori di dalam /home sesuai dengan kelompok tersebut. 

Berikut ini  contoh pada lingkungan sekolah, struktur /home dapat diatur seperti berikut:

/home/faculty/
/home/staff/
/home/students/

 

sumber: linuxfoundation.org


Berikut ini penjelasan dari beberapa sumber mengenai direktori yang ada di linux:


1. Direktori /bin

Direktori /bin berisi file program yang dapat dijalankan (executable binaries), yaitu perintah-perintah penting yang dibutuhkan saat sistem melakukan booting, berjalan dalam mode satu pengguna (single-user mode), dan perintah dasar yang digunakan oleh semua pengguna sistem. Contohnya adalah cat, cp, ls, mv, ps, dan rm.


2. Direktori /proc (Pseudo-filesystem)

Beberapa filesystem, seperti yang dipasang di /proc, disebut pseudo-filesystem karena tidak benar-benar tersimpan secara permanen di hard disk.

Direktori /proc berisi file virtual, yaitu file yang hanya ada di memori. File-file ini digunakan untuk menampilkan data kernel yang terus berubah. Isi /proc menggambarkan struktur kernel dan informasi konfigurasi sistem, bukan file nyata. Informasi yang tersedia antara lain kondisi memori, perangkat yang terpasang, konfigurasi perangkat keras, dan informasi sistem lainnya.

Beberapa entri penting di /proc antara lain:

/proc/cpuinfo /proc/interrupts /proc/meminfo /proc/mounts /proc/partitions /proc/version

Di dalam /proc juga terdapat subdirektori, seperti:

/proc/<ID-Proses> /proc/sys

Direktori /proc/<ID-Proses> menunjukkan bahwa setiap proses yang sedang berjalan memiliki direktori sendiri yang berisi informasi penting tentang proses tersebut.
Sementara itu, /proc/sys berisi berbagai informasi sistem secara keseluruhan, terutama yang berkaitan dengan perangkat keras dan konfigurasi sistem.

Filesystem /proc sangat berguna karena data yang ditampilkan diambil secara langsung saat dibutuhkan dan tidak memerlukan penyimpanan di disk.


3. Direktori /dev

Direktori /dev berisi device node, yaitu jenis file khusus yang digunakan oleh hampir semua perangkat keras dan perangkat lunak, kecuali perangkat jaringan.

Ciri-ciri direktori /dev:

  • Dalam kondisi tidak terpasang (not mounted), direktori ini kosong di partisi disk.

  • Isinya dibuat secara dinamis oleh sistem udev, yang bertugas mendeteksi perangkat dan membuat device node saat perangkat ditemukan.

Contoh isi /dev:

/dev/sda1 → partisi pertama pada hard disk pertama /dev/lp1 → printer kedua /dev/random → sumber angka acak


4. Direktori /var

Direktori /var menyimpan file-file yang isinya sering berubah selama sistem berjalan (var berarti variable). Contohnya:

  • /var/log → file log sistem

  • /var/lib → file paket dan database

  • /var/spool → antrian cetak

  • /var/tmp → file sementara

Sering kali /var ditempatkan pada filesystem terpisah agar pertumbuhan ukuran file tidak mengganggu kestabilan sistem. Direktori layanan jaringan seperti /var/ftp (FTP) dan /var/www (web/HTTP) juga berada di bawah /var.


5. Direktori /etc

Direktori /etc adalah tempat penyimpanan file konfigurasi sistem. Direktori ini tidak berisi program biner, meskipun ada beberapa skrip yang dapat dijalankan.

Contohnya, file /etc/resolv.conf digunakan untuk menentukan server DNS. File passwd, shadow, dan group yang berkaitan dengan manajemen akun pengguna juga berada di direktori /etc.

Dahulu, beberapa distribusi Linux memiliki struktur konfigurasi yang berbeda-beda di /etc (seperti /etc/sysconfig pada Red Hat dan SUSE). Namun, sejak penggunaan systemd, struktur konfigurasi antar distribusi menjadi lebih seragam.

Perlu dicatat bahwa /etc hanya digunakan untuk konfigurasi sistem secara global dan hanya superuser (root) yang dapat mengubah isinya. Konfigurasi khusus pengguna selalu disimpan di direktori home masing-masing pengguna.


6. Direktori /boot

Direktori /boot berisi file-file penting yang diperlukan untuk proses booting sistem. Untuk setiap kernel Linux yang terpasang, biasanya terdapat empat file utama:

  • vmlinuz → kernel Linux yang telah dikompresi

  • initramfs → sistem file awal yang dibutuhkan saat booting

  • config → file konfigurasi kernel (untuk debugging dan pencatatan)

  • System.map → tabel simbol kernel (untuk debugging)

Setiap file tersebut memiliki nomor versi kernel di akhir namanya.

Selain itu, file konfigurasi GRUB (Grand Unified Bootloader), seperti:

/boot/grub/grub.conf /boot/grub2/grub2.cfg

juga tersimpan di dalam direktori /boot.


Masih banyak lagi direktori pada sistem file linux yang penting, kalian bisa pelajari lebih lanjut di sini https://www.linuxfoundation.org

Terima kasih - Rafi Harlianto, 2025


Comments

Popular posts from this blog

Belajar Zimbra Mail Server

Mendalami tentang Linux (Sejarah dan Pelopor)